DESTINASI ROH MANUSIA
Abu Bakar r.a telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad, maka berkata Abu Bakar r.a : “Ruh itu menuju ke tujuh tempat” :-
- Roh para nabi dan utusan menuju ke syurga Adnin.
- Roh para ulama menuju ke syurga Firdaus.
- Roh para mereka yang berbahagia menuju ke syurga Illiyyina.
- Roh para syuhadaa berterbangan seperti burung disyurga sekehendak mereka.
- Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
- Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
- Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.
Telah bersabda Rasulullah S.A.W bahawa : “Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah” :-
- Orang-orang yang mati syahid.
- Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan.
- Orang yang puasa hari Arafah.






Assalamualaikum…
Saya ingin tahu sekali cerita atau sejarah tentang jembatan Shiratol Mustaqim. Boleh di kongsi bersama ??
Terima kasih
—–IHDINASSIROTALMUSTAQIM—–
Salam kenal, mohon maap…..
Mohon ijinkan kami berpijak dibumi bapak….
Bermula, kebanyakan kita bisa dikategorikan dlm istilah Bani Hal. Maksudnya kebanyakan kita maseh terjebak pada kehendak2 warna-warni kehidupan dan penghidupan, serta ragam duniawi yg serba mencabar dan serba mahu nggak cukup2. Kita ini maseh dijalan yg bengkang bengkok. Maklumlah kita berpijak dibumi Allah yg indah ini hinggakan kita lupa langit Allah yg kita junjong. Kita telah dilupakan apabila kita udah berjasad, sedangkan tatakala diAlam Antah Berantah itu kita udah mengenal. Kita ini diibaratkan seperti kacang telah lupakan kulitnya. Akan tetapi Dia Maha Suci nggak bisa diumpamakan seperti sesuatu…. Subhanallah…..
Jambatan Sirotal Mustaqim itu koq munkin maksudnya jalan lurus jalan berpulang KeHadrat-Nya… Dalam mencari jalan lurus ini telah ada gulungan yg telah Allah berikan Taufik dan Hidayah-Nya semenjak didunia ini lagi. Gulungan ini adalah orang2 yg sejak didunia ini lagi udah lurus penjalanan hidupnya. Iktikad hati nuraninya, perbuatannya benar pada zahirnya dan batinnya. Iktikad dan keimanannya berpegang terus pada Yang Haqq. Bukanlah maksudnya mereka itu membuang nikmat dunia, akan tetapi mereka menguasai dunia bukannya dunia menguasai mereka…Nikmat dunia ini diambilnya sekadar sederhana dan keperluannya sahaja. Mereka ini adalah Gulungan Muqarabbin yakni bukan puak kiri ato puak kanan. Mereka bukan ahli neraka ato ahli syurga kerana neraka dan syurga itu maseh ada lagi bau2 kebendaan lagi…. Alhamdulillah….
Dimanakah letaknya jalan lurus itu…??? Dia nggak jauh dan Dia nggak dekat. Dia jauh kalo kita jauhkan Dia, Dia dekat kalo kita dekatkan ingatan dan hati kita pada-Nya. Dimanakah letaknya Dia…??? Itulah semenjak dari seperti isyarat Firman-Nya : ” Aku Tiupkan Ruh-Ku…”. Oleh itu carilah dahulu “Yang Di-Tiupkan” itu, kemudian anda akan dibimbingnya kepada “Si-Tukang Tiup” itu….Apakah maksudnya dan bagaimanakah cara jalannya, gue sendrikan pun nggak tahu, melainkan Allah sendiri yang akan memberitahu. Tetapi jangan lupa dan jangan putus harap. Bukankah Allah itu Maha Limpah Kurnia-Nya. Sentiasalah cari jalan berserah pasrah secara total kepada-Nya, mohon Taufik dan Hidayah-Nya ditunjukkan-Nya kejalan2-Nya Yang Lurus – IHDINASSIRITOLMUSTAQIM……. AllahuAkbar…..
….Wallahu’alam…..
Permissi dan maap kalo gue juga koq silap beri petunjuk jalan….
Oleh itu carilah dulu jalan HIDUP dan berpeganglah kamu pada itu HIDUP….
Wassalam….
no comment
ada pun apabila ruh itu di tiupkan ke dalam jasad roh tersebut diselaputi kotoran dari tanah tersebut. hanya ruh yang mengenal allah swt tetapi oleh kerana kotoran tanah telah mencampuri ruh tersebut maka terhijablah ruh dari allah swt. maka untuk mengenal allah swt perlu dibersihkan ruh dari kotoran yang mengelilinginya. kotoran-kotoran ini yang kita panggil nafsu-nafsu. selagi nafsu-nafsu ini tidak dibersihkan atau dalam perkataan lainnya selagi kita tidak berjihad melawan nafsu-nafsy tersebut dari hati dan sifat manusia selagi itulah manusia tidak akan dapat mengenali allah swt.
Ke mana pula roh orang-orang yang sembahyang tetapi tidak mendapat rahmat Allah s.w.t.? Pergi haji sah tetapi tidak mabrur? Boleh tolong kongsikan. Terima kasih.